Buat Audry, langit adalah segalanya. Apa pun keadaannya, baik atau buruk, langit selalu ada dan menemani Audry. Karena itu Audry cinta banget sama langit dan sering berlama-lama memandangi langit....
Lovasket adalah novel yang bercerita ttg arti persahabatan,cinta,dan hobi. yang terulas menjadi satu cerita yang asyik buat dibaca dan bisa membuat kita mengerti tentang arti sebuah kehidupan.
Buku-buku yang mengungkap tentang CIA, MI6, Mossad, atau KGB sudah banyak, termasuk versi bahasa Indonesianya; tapi ironisnya, orang Indonesia justru sama sekali tidak tahu-menahu tentang kegiatan intel di negaranya sendiri.
Inilah buku pertama yang memaparkan secara menyeluruh tentang sejarah intelijen Indonesia berikut kegiatannya, sejak awal kemerdekaan hingga masa kini dan disusun berdasarkan wawancara langsung dengan para pejabat intelijen, serta dilengkapi berkas-berkas arsip yang diperoleh langsung dari sumbernya. Tak lupa disertai foto-foto, termasuk buku harian yang berkaitan dengan rencana pengeboman yang ditulis salah seorang teroris yang tertangkap.
Mengungkap tuntas bermacam kasus dan latarbelakangnya, dari pelatihan agen intel pertama hingga Komando Jihad, dari penculikan anak hingga Timor Timur, dari uang palsu hingga Jamaah Islamiah, berikut seribu tanya: berapa orang jumlah agen intel Indonesia angkatan pertama? Benarkah sejak zaman Order Lama Indonesia sudah mengincar Timor-Timur? Kesalahan telak mana yang menyimpulkan Dokumen Gilchrist itu palsu? Siapa agen-agen kiri Indonesia yang dipakai Satsus Intel? Benarkah pembajakan pesawat Woyla itu rekayasa ‘pemerintah’? Siapa al Farouq itu sebenarnya? Seberapa jauh penyusupan Al Qaeda di Asia Tenggara dan di Indonesia pada khususnya? Siapa yang memulai kasus Poso sebenarnya?
Dengan membaca buku ini Anda akan lebih memahami dan menghormati jerih-payah agen-agen intel Indonesia dalam mempertahan kedaulatan negeri ini. Seperti yang dikatakan Zulkifli Lubis, bapak intelijen Indonesia, mereka adalah: “prajurit bayangan yang bertempur dalam perang adu pintar”.
Sejak dulu saya sangat kesulitan untuk mencari literatur tentang sepak terjang dunia intelejen Indonesia. Selain mungkin dikarenakan sepak terjang intelijen negeri sendiri yang rahasia, tapi juga unsur sensitivitas dari dunia intelijen itu sendiri yang sangat bersinggungan dengan berbagai kepentingan. Masih segar dalam ingatan kita pembela hak asasi manusia Munir yang diduga dibunuh oleh agen intelijen negara. Namun gara-gara main ke rumah ipar, akhirnya saya bisa membaca buku penting ini.
Ditulis oleh Ken Conboy, seorang Country Manager perusahaan konsultan kenamaan di Jakarta, isi buku ini memaparkan sejumlah sejarah panjang intelijen negara dari awal terbentuknya negara ini. Di sini dijelaskan banyak hal tentang kinerja badan intelijen negara mulai dari embrio pendidikan intelijen pada jaman penjajahan Jepang hingga pada masa perburuan teroris seperti sekarang. Meskipun tidak terlalu banyak mengungkap fakta baru tentang dunia intelijen kita, namun bacaan ini sungguh menarik. Terutama berkaitan dengan cara kerja intelijen.
Meski kasus Munir bisa dianggap merupakan aib bagi intelijen negara, namun buku ini ingin menempatkan dunia intelijen Indonesia sebagai komponen bangsa yang turut serta dalam menjaga kedaulatan negara kita. Bahkan pada tataran masyarakat, unit rahasia ini turut membantu pihak kepolisian mengungkap berbagai kasus kriminal. Bagi yang sudah penasaran dengan sepak terjang intelijen negara kita, buku ini setidaknya cukup mengobati rasa penasaran itu