Jendelailmu.com
New Books Best Seller Books Featured Books
Most Favorite Books Highest Rating Books How to Shop
Keranjang belanja:
Keranjang Kosong
Checkout
  Catalog      Promotions      News      My Account      FAQ      Resensi
   Search Local Books  
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
  Beli Voucher Online
 
  Top Categories
 
  News and Future Release    
DAFTAR PEMENANG UNDIAN NATAL 2008
24.12.2008
Selamat bagi para pemenang undian. Lihat daftar pemenang disini...
Selamat Hari Natal 2008 & Tahun Baru 2009
22.12.2008
Kami mengucapkan Selamat Hari Natal 2008 & Tahun Baru 2009. Silakan membaca jadwal kerja Operasional kami..
Mengapa Belanja Menggunakan PG-1 ?
21.12.2008
Ingin belanja tapi belum punya Dompet Internet PG-1 ? Tunggu apalagi? Cek keunggulannya disini dan daftar sekarang juga..!!
PG-1 Dompet Internet: Paspor Anda menuju belanja online!
21.12.2008
Berbelanja melalui internet kini akan semakin mudah, aman dan menyenangkan dengan menggunakan dompet internet PG-1.
 
 
  Latest Reviews    
MY SKY

03.01.2009 14:23:29 - brian
Buat Audry, langit adalah segalanya. Apa pun keadaannya, baik atau buruk, langit selalu ada dan menemani Audry. Karena itu Audry cinta banget sama langit dan sering berlama-lama memandangi langit....
fairish

26.12.2008 17:15:41 - gandung krisma justitia
resensi buku   Apa yang membuat anda menyukai novel ini?   Apa kalian juga merasakan hal-hal lucu ketika remaja?   Biasanya dunia remaja pasti pernah...
resensi lovasket

21.12.2008 11:24:35 - Ria Hayyu
Lovasket adalah novel yang bercerita ttg arti persahabatan,cinta,dan hobi. yang terulas menjadi satu cerita yang asyik buat dibaca dan bisa membuat kita mengerti tentang arti sebuah kehidupan.
 
 
  Customer Support
Helpdesk
 
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world

 
Home » Catalog » Kisah Sukses Google
  Kisah Sukses Google
[45-06-667]
Oleh: David A. Vise
 
Kisah Sukses Google

 Rp.84.000

Beli
ISBN:9792222839
Rilis:2006
Halaman:370
Penerbit:Gramedia
Bahasa:Indonesia
Penilaian Editor:belum dirating
Penilaian Pembaca:

Lihat resensi pembaca (1)   Tulis Resensi

Featured BookNew Book
Favorite Book Untuk 3 Pembaca

  Sinopsis

Menyajikan secara komprehensif kisah sukses bisnis Google yang tak lain adalah mesin pencari paling populer di Internet. Mulai dari ditemukannya rumus pencarian berdasarkan peringkat oleh Sergey Brin dan Larry Page dua mahasiswa tingkat doktor di Stanford University hingga kisah bagaimana perusahaan mereka menjadi dominan di Internet, serta memiliki kekayaan 100 miliar dolar dari nilai saham dan dana tunai sebesar 8 juta dolar dalam waktu 8 tahun. Google kini menjadi momok bagi Microsoft, dan sepak terjangnya menjadi santapan pers.Buku ini juga menceritakan tentang budaya yang hidup di kompleks Google, tentang visi masa depan, serta bagaimana cara para pendirinya berhasil mempertahankan karyawannya dalam persaingan memperebutkan orang orang pintar yang terjadi di antara perusahaan perusahaan teknologi tinggi, termasuk Microsoft. Di Googleplex, karyawan mendapat makan siang gratis, boleh menggunakan kolam renang kapan saja, dan diundang ke pesta-pesta akhir pekan yang diadakan perusahaan.Selain itu, dalam buku ini kita akan menjumpai bagaimana bisnis Google yang sungguh luar biasa dengan segala efek samping negatifnya akhirnya memunculkan istilah Ekonomi Google, yang menjadi lambang keperkasaan Google dalam dunia Internet.
 

 


Related categories:Biografi & Memoar, Pengembangan Diri & Motivasi, Manajemen & Bisnis, Marketing, Komputer, Internet, Kisah Nyata
 
Edit Beli
  Resensi Pembaca
Bukan sekedar kisah sukses
Oleh: Darwin Tjoe - 09 April 2008

Saya baru selesai membaca buku "Kisah Sukses Google", terjemahan dari buku yang judul aslinya The Google Story.

Google, sebuah nama baru dalam industri IT yang usianya masih sangat belia, namun begitu menggentarkan dunia berkat kepopulerannya sebagai mesin pencari yang paling banyak dipakai didunia saat ini.

Pada masa gegap gempitanya dotcom pada akhir tahun 90-an, tumbuh menjamur ratusan perusahaan-perusahaan internet dengan dengan berbagai ide-ide yang aneh, terkadang kreatif, terkadang naif, pokoknya bermacam-macamlah. Membaca kisahnya, sebenarnya Google-pun berawal dari sesuatu yang tidak pasti.

Bedanya, kebanyakan perusahaan dotcom pada masa itu dibangun dengan target agar bisa IPO dan mengeruk duit sebanyak-banyaknya yang membuat pendiri dan investornya kaya raya mendadak. Sementara Google yang dimotori oleh dua bersahabat Sergey Brin dan Larry Page dibangun karena keduanya ingin membantu pengguna internet menemukan apa yang diinginkan secara lebih cepat dan tepat.

Google jelas bukan yang pertama dalam ide search engine di internet. Bahkan sebelum kelahirannya, sudah banyak nama-nama besar yang saat itu didominasi oleh Alta Vista, Exite, Web Crawler yang juga menyediakan jasa pencarian cuma-cuma di internet. Bahkan Alta Vista yang menjadi pemimpin pasar pada saat itu sesumbar "...kalau ada 1 miliar orang berkumpul, AltaVista bisa menemukan apapun yang ada di saku orang-orang tersebut kurang dari 10 detik...".

Tetapi masalahnya, logika search engine yang ada saat itu sangat sederhana. Misal, dalam website seseorang menceritakan temannya yang tidur ngorok. Ngoroknya sangat keras, ngoroknya sangat mengganggu dsb. Alhasil, jika ada yang mencari situs dengan keyword "ngorok", hasil pencarian yang akan tampil adalah semua web yang mengandung meta tag, text "ngorok". Tentu saja sebagian besar halaman web itu bukanlah yang diharapkan.

"RELEVANSI", inilah kata kunci yang menurut Sergey dan Larry jauh lebih penting. Sejauh mana sebuah halaman web relevan dengan kata kunci yang dipakai si pencari, inilah yang menjadi pusat perhatian mereka. Mereka menemukan, jika sebuah web direferensikan oleh web lain (dalam bentuk hyperlink dari keyword tertentu), maka web yang direferensikan ini harusnya lebih penting. Demikian seterusnya, sebuah web yang direferensikan oleh banyak sekali website dalam bentuk hyperlink dari keyword tertentu, web ini jauh lebih penting lagi. Web yang dianggap penting ini jika merujuk ke web lain lagi, maka web yang dirujuk ini pasti lebih kredibel.

Kurang lebih begitulah dasar logika dari search engine Google, yang kemudian sistem ranking tersebut mereka beri nama PageRank. PageRank diambil dari nama Larry Page, yang kebetulan saja bisa diterjemahkan menjadi ranking halaman.

Sehingga jika orang mencari dengan keyword "ngorok", maka halaman yang akan tampil paling atas adalah (mungkin) artikel medis tentang ngorok, obat-obatan, atau terapi yang bisa dilakukan untuk mengurangi ngorok. Bukan cerita-cerita buat mengolok-olok teman yang ngorok.

"Don't start a business if you can't explain what pain it solves, for whom, and why your product will eliminate this pain...", kata Joel dalam sebuah artikelnya di http://www.joelonsoftware.com/items/2006/01/11.html.

Demikianlah, tumbuh keyakinan besar bagaimana mereka bisa membantu pengguna internet menemukan jarum dalam belantara jerami di internet dengan hasil yang lebih relevan dan lebih bermanfaat.

Jangan berpikir perusahaan-perusahaan yang sangat hebat dari awal selalu mempunyai visi dan misi yang hebat-hebat kemana perusahaan itu akan pergi, akan menjadi bagaimana dsb (baca buku "Good to Great"). Demikian juga Google.

Bahkan saat Google sudah membuktikan pencarian mereka lebih relevan dan bermutu dan sudah diakses puluhan juta pengguna internet, kedua bersahabat ini sama sekali belum mempunyai ide bagiamana Google akan make money.

Tetapi yang pasti, kita semua tahu the rest is History.

Bagi sebagian besar pengguna internet, Google sudah menjadi keharusan. You can't live without it. Sampai2 kata "google" saat ini dimasukkan sebagai kata kerja di berbagai bahasa termasuk bahasa Inggris, Jepang, Rusia. Pernah ada yang bilang, jika ada alien dari planet lain ingin menguasai bumi, mereka cukup men-download semua database Google.

Dalam buku ini kita bisa belajar banyak hal, bagaimana kreativitas dan idealisme bisa tetap mengungguli kapitalisme dan intrik-intrik bisnis. Bagaimana gaya manajemen, efisiensi, tetap berpadu dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Untuk mengetahui idealisme pendiri Google, mereka menciptakan satu tagline "Don't be evil".

 
Lihat resensi pembaca selengkapnya (1)


  How to Shop     Order and Return Policy     Privacy Policy     Publisher CLICK HERE      Writer CLICK HERE     Contact Us© 2008, JendelaIlmu.com or its affiliates.
All Rights Reserved.