Bukan sekedar kisah sukses Oleh: Darwin Tjoe - 09 April 2008
    
Saya baru selesai membaca buku "Kisah Sukses Google", terjemahan dari buku yang judul aslinya The Google Story. Google, sebuah nama baru dalam industri IT yang usianya masih sangat belia, namun begitu menggentarkan dunia berkat kepopulerannya sebagai mesin pencari yang paling banyak dipakai didunia saat ini. Pada masa gegap gempitanya dotcom pada akhir tahun 90-an, tumbuh menjamur ratusan perusahaan-perusahaan internet dengan dengan berbagai ide-ide yang aneh, terkadang kreatif, terkadang naif, pokoknya bermacam-macamlah. Membaca kisahnya, sebenarnya Google-pun berawal dari sesuatu yang tidak pasti. Bedanya, kebanyakan perusahaan dotcom pada masa itu dibangun dengan target agar bisa IPO dan mengeruk duit sebanyak-banyaknya yang membuat pendiri dan investornya kaya raya mendadak. Sementara Google yang dimotori oleh dua bersahabat Sergey Brin dan Larry Page dibangun karena keduanya ingin membantu pengguna internet menemukan apa yang diinginkan secara lebih cepat dan tepat. Google jelas bukan yang pertama dalam ide search engine di internet. Bahkan sebelum kelahirannya, sudah banyak nama-nama besar yang saat itu didominasi oleh Alta Vista, Exite, Web Crawler yang juga menyediakan jasa pencarian cuma-cuma di internet. Bahkan Alta Vista yang menjadi pemimpin pasar pada saat itu sesumbar "...kalau ada 1 miliar orang berkumpul, AltaVista bisa menemukan apapun yang ada di saku orang-orang tersebut kurang dari 10 detik...". Tetapi masalahnya, logika search engine yang ada saat itu sangat sederhana. Misal, dalam website seseorang menceritakan temannya yang tidur ngorok. Ngoroknya sangat keras, ngoroknya sangat mengganggu dsb. Alhasil, jika ada yang mencari situs dengan keyword "ngorok", hasil pencarian yang akan tampil adalah semua web yang mengandung meta tag, text "ngorok". Tentu saja sebagian besar halaman web itu bukanlah yang diharapkan. "RELEVANSI", inilah kata kunci yang menurut Sergey dan Larry jauh lebih penting. Sejauh mana sebuah halaman web relevan dengan kata kunci yang dipakai si pencari, inilah yang menjadi pusat perhatian mereka. Mereka menemukan, jika sebuah web direferensikan oleh web lain (dalam bentuk hyperlink dari keyword tertentu), maka web yang direferensikan ini harusnya lebih penting. Demikian seterusnya, sebuah web yang direferensikan oleh banyak sekali website dalam bentuk hyperlink dari keyword tertentu, web ini jauh lebih penting lagi. Web yang dianggap penting ini jika merujuk ke web lain lagi, maka web yang dirujuk ini pasti lebih kredibel. Kurang lebih begitulah dasar logika dari search engine Google, yang kemudian sistem ranking tersebut mereka beri nama PageRank. PageRank diambil dari nama Larry Page, yang kebetulan saja bisa diterjemahkan menjadi ranking halaman. Sehingga jika orang mencari dengan keyword "ngorok", maka halaman yang akan tampil paling atas adalah (mungkin) artikel medis tentang ngorok, obat-obatan, atau terapi yang bisa dilakukan untuk mengurangi ngorok. Bukan cerita-cerita buat mengolok-olok teman yang ngorok. "Don't start a business if you can't explain what pain it solves, for whom, and why your product will eliminate this pain...", kata Joel dalam sebuah artikelnya di http://www.joelonsoftware.com/items/2006/01/11.html. Demikianlah, tumbuh keyakinan besar bagaimana mereka bisa membantu pengguna internet menemukan jarum dalam belantara jerami di internet dengan hasil yang lebih relevan dan lebih bermanfaat. Jangan berpikir perusahaan-perusahaan yang sangat hebat dari awal selalu mempunyai visi dan misi yang hebat-hebat kemana perusahaan itu akan pergi, akan menjadi bagaimana dsb (baca buku "Good to Great"). Demikian juga Google. Bahkan saat Google sudah membuktikan pencarian mereka lebih relevan dan bermutu dan sudah diakses puluhan juta pengguna internet, kedua bersahabat ini sama sekali belum mempunyai ide bagiamana Google akan make money. Tetapi yang pasti, kita semua tahu the rest is History. Bagi sebagian besar pengguna internet, Google sudah menjadi keharusan. You can't live without it. Sampai2 kata "google" saat ini dimasukkan sebagai kata kerja di berbagai bahasa termasuk bahasa Inggris, Jepang, Rusia. Pernah ada yang bilang, jika ada alien dari planet lain ingin menguasai bumi, mereka cukup men-download semua database Google. Dalam buku ini kita bisa belajar banyak hal, bagaimana kreativitas dan idealisme bisa tetap mengungguli kapitalisme dan intrik-intrik bisnis. Bagaimana gaya manajemen, efisiensi, tetap berpadu dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Untuk mengetahui idealisme pendiri Google, mereka menciptakan satu tagline "Don't be evil". |