Dimuat di harian Media Indonesia (versi cetak), Sabtu 15 Mei 2010.
Puisi untuk Padang
Buku Himpunan puisi ini merupakan satu dari enam buku yang ditulis untuk pemulihan pasca gempa di Provinsi Sumatera Barat, terutama di Padang.
Annida-Online, Penerbit Bisnis2030 kembali meluncurkan buku terbitannya, sebuah antologi puisi berjudul Kepada Pesanggarahan Hati. Buku kumpulan puisi ini ditulis oleh tiga penulis dari tiga daerah berbeda; Elly Marliah (Bandung), Euis Meilani Sabda (Jakarta), dan Nunung Susanti (Cirebon).
Liputan6.com, Jakarta: Kartini. Tidak pernah disangka, nama itu senantiasa dipuja-puji sebagai pencetus pola pikir modern kaum hawa. Bahkan, jauh hingga puluhan tahun setelah kelahirannya. Ya, Kartini yang tengah dibayangkan dalam tulisan ini adalah Raden Ajeng Kartini, “..putri sejati, putri Indonesia, harum namanya…”
Anda gemar memasak? Gemar bikin masakan yang direbus hingga sayur menjadi sangat empuk? Mungkin anda perlu berpikir ulang, karena menurut buku ini, pada prinsipnya manusia untuk...
Peresensi : Dessy NR
“Pecandu Metafor Dosa”, mungkin itulah sosok penulis yang bernama Leonowens SP. Ia seperti kecanduan melumat kata dosa menjadi sebuah lirik...
Tiongkok adalah negeri puisi. Julukan indah ini diberikan berkat karya puisi klasiknya yang dihasilkan dalam ribuan tahun mencakupi jumlah yang sangat mengagumkan. Puisi bangsa Tiongkok diperkirakan lebih banyak daripada puisi yang ditulis bangsa lain di dunia. Demikian pentingnya puisi dalam kehidupan, sehingga Confucius pun berujar, “ tidak belajar sajak, tiada yang bisa dibicarakan.“ Purnama di Bukit Langitadalah kumpulan sajak Tiongkok klasik dalam bahasa Indonesia paling lengkap yang pernah disusun. Lebih dari 500 puisi di buku ini telah diterjemahkan oleh Zhou Fuyuan, dilengkapi dengan sejarah perkembangan, keberagaman tema, gaya, bentuk, dan biografi penyair Tiongkok klasik dari berbagai periode dan dinasti.Disusun dalam dua bahasa yaitu Indonesia dan Mandarin sehingga dapat menjadi buku kajian bagi pelajar yang sedang mendalami bahasa/sastra Mandarin. Purnama di Bukit Langit adalah harta karun warisan leluhur yang sangat berharga untuk kamu miliki. Sebuah buku nyanyian merdu dari bumi naga yang tak terhingga nilainya.
TITIAN JALAK Qin Guan ( 1049-1100 ; Song )
Rajutan awan menggolak lukisan, layang bintang menebar penyesalan, samar melintasi Bima Sakti yang tanpa tepian. Sekali bersua dalam angin emas embun perak, telah melebihi berulang bertemu di bumi insan!
Cinta yang lembut selaksana air, hari yang bahagia bagaikan mimpi, tak kuasa menengok Titian Jalak di tengah jalan kembali! Apabila cinta di kedua hati adalah kekal abadi, masihkan kehadiran dihitung setiap senja setiap pagi?
Apa komentar sang Ahli tentang buku ini?
"Antologi ini merupakan kumpulan sajak Tiongkok klasik dalam bahasa Indonesia yang paling lengkap."
---Prof. Dr. Leo Suryadinata, Direktur Chinese Heritage Centre di Singapura.