Dimuat di harian Media Indonesia (versi cetak), Sabtu 15 Mei 2010.
Puisi untuk Padang
Buku Himpunan puisi ini merupakan satu dari enam buku yang ditulis untuk pemulihan pasca gempa di Provinsi Sumatera Barat, terutama di Padang.
Annida-Online, Penerbit Bisnis2030 kembali meluncurkan buku terbitannya, sebuah antologi puisi berjudul Kepada Pesanggarahan Hati. Buku kumpulan puisi ini ditulis oleh tiga penulis dari tiga daerah berbeda; Elly Marliah (Bandung), Euis Meilani Sabda (Jakarta), dan Nunung Susanti (Cirebon).
Liputan6.com, Jakarta: Kartini. Tidak pernah disangka, nama itu senantiasa dipuja-puji sebagai pencetus pola pikir modern kaum hawa. Bahkan, jauh hingga puluhan tahun setelah kelahirannya. Ya, Kartini yang tengah dibayangkan dalam tulisan ini adalah Raden Ajeng Kartini, “..putri sejati, putri Indonesia, harum namanya…”
Anda gemar memasak? Gemar bikin masakan yang direbus hingga sayur menjadi sangat empuk? Mungkin anda perlu berpikir ulang, karena menurut buku ini, pada prinsipnya manusia untuk...
Peresensi : Dessy NR
“Pecandu Metafor Dosa”, mungkin itulah sosok penulis yang bernama Leonowens SP. Ia seperti kecanduan melumat kata dosa menjadi sebuah lirik...
Buku ini sudah pernah terbit dengan judul Medan Tempur Kedua: Kisah Panjang yang Berujung pada Peristiwa Bom Bali II.
Ketika Ken Conboy menulis Intel, banyak data intelijen yang tidak dimuat di dalamnya, yang kemudian dimuat di buku ini.
Intel II lebih memfokuskan pada masalah terorisme internasional dan gerakan Islam fundamentalis dunia yang kini harus dihadapi intel Indonesia. Gerakan yang semula hanya terjadi di luar negeri, kini medan tempurnya berpindah ke Indonesia. Itulah sebabnya Indonesia disebut sebagai "medan tempur kedua".
Banyak data di buku ini tidak dimuat di media lokal sehingga pembaca akan menemukan hal-hal baru dan mencengangkan, termasuk gerakan Hambali yang berujung ditangkap dan kemudian ditahannya dia di penjara Guantanamo. Pembaca juga akan disuguhkan rincian peristiwa Bom Bali I dan II, Marriott, Kuningan.
Ken Conboy kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam merangkum data intelijen dari berbagai negara, termasuk data dari BIN maupun POLRI.