Jendelailmu.com
New Books Best Seller Books Featured Books
Most Favorite Books Highest Rating Books How to Shop
Keranjang belanja:
2 Item
Checkout
  Catalog      Promotions      News      My Account      FAQ      Resensi
   Search Local Books  
Kata kunci:
Advanced search
Mencari buku-buku impor?
 
  Beli Voucher Online
 
  Top Categories
 
  News and Future Release    
Jadwal Operasional sehubungan dengan Libur Lebaran
01.09.2010
Sehubungan dengan adanya jadwal libur nasional dalam rangka Hari Raya Lebaran, maka kami umumkan sebegai berikut...
CUCI GUDANG..!!!
26.08.2010
Cuci-cuci....Bersih-bersih....!! Yuk Pilih buku mana saja yang kamu suka, dan dapatkan discount special UP TO 40%. Psstt...bisa buat teman ngabuburit juga loh dalam rangka menyambut Ramadhan kali ini.
WE LOVE INDONESIA
26.08.2010
Bekerjasama dengan Penerbit KOMPAS, mengedepankan buku-buku bertemakan nasionalisme. Mari kita gali lagi pengetahuan tentang INDONESIA!! Supaya kita lebih...CINTA INDONESIA. MERDEKA!
Gratis Ongkos Kirim
14.08.2010
Bebas Ongkos Kirim ke seluruh wilayah Indonesia. Tanpa syarat apapun.
 
 
  Latest Reviews    
Greg and Rowley : Zoo-Wee-Mama!
03.09.2010 15:54:49
“Kurasa kami membuat Lorong Jeritan menjadi terlalu  menakutkan karena di tengah-tengah permainan, Shane meringkuk seperti bola di kolong tempat tidur. Kami berusaha membuatnya merangkak...
Diary Bocah Tengil #3: Usaha Terakhir
27.08.2010 11:46:20
Aku bisa pastikan, semua orang yang membaca buku ini pasti akan merasa tersindir, senyum-senyum dan mesem-mesem sendiri, bahkan mungkin akan tertawa ngakak guling-guling sampai berlinang air mata....
Tangan Dewa - Leonowens SP
16.08.2010 11:36:06
Penulis: Roland Gunawan Sitompul, M.Sc. (penikmat sastra, bermukim di Amerika Serikat)   Sebagai seorang penikmat buku-buku sastra terbitan berbagai negara,saya sangat...
 
 
  Customer Support
Helpdesk
 
Bisnis 2030, The Ultimate Business Opportunities Pay Global One, give you an easier way to pay through the world
 
Home » Catalog » Rectoverso: Sentuh Hati Dari Dua Sisi
  Rectoverso: Sentuh Hati Dari Dua Sisi
[229-08-27349]

Oleh: Dewi Lestari
 
Rectoverso: Sentuh Hati Dari Dua Sisi

 Rp.75.000

Beli
ISBN:9789799624
Rilis:2008
Halaman:0
Penerbit:Good Faith
Bahasa:Indonesia
Penilaian Editor:
Penilaian Pembaca:belum dirating

Lihat resensi pembaca (0)   Tulis Resensi

Featured BookNew Book
Favorite Book

Related categories:Sastra & Puisi, Novel Fiksi & Cerpen, Roman

  Sinopsis

Dewi Lestari (Dee) meluncurkan karya terbarunya “Rectoverso: Sentuh Hati Dari Dua Sisi”. Rectoverso merupakan sebelas kumpulan fiksi dan lagu dengan judul yang sama.

Karyanya kali ini kembali memposisikan seorang Dee tidak hanya sebagai penulis tetapi juga pemusik unggul, terbukti dari penggabungan dua media buku dan lagu dalam satu karya yang unik. Menikmati Rectoverso seolah membaca kisah hidup sendiri, membuka jiwa saat mulai membaca tiap fiksinya dan diakhiri dengan mendengarkan lagu-lagunya. Melihat tiap cerita dari dua sudut penokohan yang berbeda, dari dua ‘dunia’ yang seakan terpisah, dan dari dua sisi yang menyatu dalam Rectoverso.

Malaikat Juga Tahu merupakan salah satu andalan Rectoverso yang diangkat dari kisah seorang Bunda yang sangat mencintai anaknya yang mengidap Autis, yang mencintai seorang gadis yang ternyata dicintai juga oleh adik si Abang yang autis. Membaca fiksinya, menceritakan sisi si gadis yang juga menyayangi Abang karena sudah dianggap sebagai saudara tapi tidak mencintainya untuk dijadikan sebagai pasangan hidup. Ia memilih untuk mencintai Adik walaupun Bunda meyakinkannya bahwa cinta Abang adalah segala-galanya pada si gadis. Sepenggal fiksi Malaikat Juga Tahu :

“Tapi Bunda bukan malaikat yang bisa baca pikiran orang. Bunda tidak bisa bilang siapa yang lebih sayang sama saya. Tidak akan ada yang pernah tahu.”

Sementara mendengarkan lagu dengan judul yang sama merupakan versi dari sisi sang Bunda yang bersikeras bahwa perasaaan anaknya yang Autis sangatlah tulus. Sepenggal lirik Malaikat Juga Tahu :

“Karena kau Tak Lihat, Terkadang Malaikat tak bersayap, tak cemerlang tak rupawan. Tapi Hati Ini, silahkan kau adu, Malaikat Juga Tahu, Siapa Yang Jadi Juaranya”

“Berawal dari proses kreatif sebuah lagu, 'Hanya Isyarat', yang saya buat pada awal tahun 2006, saya merasakan bagaimana kadang inspirasi tidak berpuas diri untuk mewujud lewat satu saluran saja. Inspirasi yang sama seolah menggedor saya untuk terus mencari bentuk lain, hingga 'Hanya Isyarat' akhirnya terwujud juga dalam sebuah cerita pendek Ketika melihat keduanya rampung, 'Hanya Isyarat' versi lagu dan 'Hanya Isyarat' versi cerpen, saya pun terpukau melihat bagaimana kedua karya itu hadir seperti saling bercermin, sekaligus juga bisa dinikmati sebagai dua karya yang terpisah”, ungkap Dee.

Ignatius Andy, executive producer, mengungkapkan, “Kami semua terpukau oleh satu hal, bagaimana Dee mengekspresikan satu konteks dalam dua media yang setara cantiknya dan saling melengkapi. Setiap karyanya merupakan refleksi kecerdasan, observasi yang jitu tentang keadaan. Indah di hati dan mencerahkan isi kepala”.

 

---------------------------

 

"Rectoverso adalah lompatan dari buku-buku Dee sebelumnya. Karya ini membuat kita menghargai,menghormati, dan menikmati dunia personal"

-Seno Gumira Ajidarma-

 

"Bagi saya,cerita-cerita ini karya Dee yang terbaik: matang tapi tetap dengan rasa yang murni,sederhana tapi menampilkan apa yang luar biasa dari permukaan yang biasa"

-Goenawan Muhammad-

 

"Kombinasi indah antara literatur dan musik yang merangsang visual!"

-Jay Subyakto-

 


 
Edit Beli
  Resensi Editorial
Dari bedah buku Rectoverso Dewi 'Dee' Lestari di Grand Indonesia 30 Januari 2009

Bertempat di FAB Cafe Grand Indonesia Lt. 3 East Mall, sebuah Cafe yang menyatu dengan toko buku Gramedia, Dewi Lestari membedah buku Rectoversonya. 

Malam itu Dewi ditemani suaminya Reza, hadir mengenakan atasan turtleneck warna ungu dan bawahan warna abu-abu, terlihat segar dan cantik. Acara agak molor sekitar 30 menit dari jadwal pukul 19.00 WIB. 

Dibuka dengan lagu Peluk yang terdapat dalam CD Rectoverso, Dewi menyanyi diiringi oleh suaminya yang memencet keybord. Setelah itu acara dibuka oleh moderator Andre.

Rectoverso, yang awalnya dari album berbahasa Inggris yang berjudul Out Of Shell dan Hanya Isyarat yang dibuat dalam format lirik lagu dan cerpen. Dari permulaan ini kemudian Dewi mengembangkan lagi dengan mengumpulkan lagu-lagu dan tulisan karyanya hingga menjadi 11 lagu dan 11 cerpen.

Sebenarnya awal dipilihnya kata Rectoverso adalah dari logo kecil di uang kertas (istilah ini biasanya diakrabi oleh Designer Grafis yang berarti dua gambar yang terpisah tetapi satu kesatuan). Jika Anda perhatikan, dalam setiap uang kertas ada citra yang bisa diterawang.
Seperti halnya dalam hidup, banyak hal yang sepertinya terpisah tetapi sebenarnya satu kesatuan, seperti hitam dan putih, laki-laki dan perempuan dll.

Menjawab pertanyaan tentang proses kreatif yang dilakukan Dewi Lestari, sebenarnya saat buku pertama keluar yang berjudul Supernova (masih ingat, Dengan tokoh Ruben,Ferre dan Diva?) eksistensi Dewi sebagai penyanyi sudah mulai pudar. Mangaku menyukai menulis sejak lama tapi Dewi menyatakan bahwa telenta menyanyilah yang mendapat sorot lampu lebih dulu. Sehingga saat dia mengeluarkan buku, orang-orang banyak bertanya sejak kapan Dewi suka menulis? Dewi menyatakan menulis adalah hobinya.

Inspirasi yang membuatnya bisa menuangkannya dalam tulisan adalah dari proses mengamati, dia meyakini, setiap penulis yang baik, dia pasti adalah pengamat yang baik pula. Pengamatan itu bisa dilakukan terhadap pengalaman hidup orang lain dll.

Dipilihnya angka 11, menurut Dewi itu adalah angka spiritual. Dan kebetulan Dewi seringkali bertemu dengan angka misalnya jam yang menunjuk angka 11:11 yang seolah-olah membuka dua gerbang yang sebelumnya tertutup kepada dimensi lain (terutama dimensi hati kita).

Kisah-kisah yang terdapat dalam buku Rectoverso, cenderung berkisah tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan atau cinta tak teraih, karena menurutnya itu adalah kisah yang sangat universal, dan Dewi tidak memberi nama dalam setiap tokoh-tokohnya. Dia menambahkan bahwa manusia bisa belajar banyak dari peristiwa yang pahit dalam hidupnya, bukan dari yang manis-manis. Dan dia banyak terinspirasi dari drama Jepang yang kebanyakan kisahnya lebih banyak mengungkap cinta yang dalam yang dirasakan sendirian oleh tokoh-tokohnya dan akhirnya pada suatu titik dia merelakan untuk melepaskan cinta itu. Menurut Dewi, hal semacam itu adalah sesuatu yang sangat elegan.

Kemudian sesi acara dilanjutkan dengan beberapa pertanyaan dari peserta dan Dewi menyanyikan lagu Cicak di dinding yang merupakan request dari salah satu peserta bedah buku.

Acara kemudian ditutup dengan nyanyi bersama lagu Malaikat juga tahu, dan sesi book signing.

Secara keseluruhan, Dewi sangat lancar mengungkapkan semua hal yang terdapat dalam buku Rectoverso sehingga boleh dibilang acara ini cukup memuaskan, terutama bagi penggemar Dewi dan pembaca Rectoverso. (EW)

Note: Image Courtesy of Dianda Yulia  (www.diandayulia.multiply.com)




 

 


  How to Shop     Order and Return Policy     Privacy Policy     Publisher CLICK HERE      Writer CLICK HERE     Contact Us© 2008, JendelaIlmu.com or its affiliates.
All Rights Reserved.