Dimuat di harian Media Indonesia (versi cetak), Sabtu 15 Mei 2010.
Puisi untuk Padang
Buku Himpunan puisi ini merupakan satu dari enam buku yang ditulis untuk pemulihan pasca gempa di Provinsi Sumatera Barat, terutama di Padang.
Annida-Online, Penerbit Bisnis2030 kembali meluncurkan buku terbitannya, sebuah antologi puisi berjudul Kepada Pesanggarahan Hati. Buku kumpulan puisi ini ditulis oleh tiga penulis dari tiga daerah berbeda; Elly Marliah (Bandung), Euis Meilani Sabda (Jakarta), dan Nunung Susanti (Cirebon).
Liputan6.com, Jakarta: Kartini. Tidak pernah disangka, nama itu senantiasa dipuja-puji sebagai pencetus pola pikir modern kaum hawa. Bahkan, jauh hingga puluhan tahun setelah kelahirannya. Ya, Kartini yang tengah dibayangkan dalam tulisan ini adalah Raden Ajeng Kartini, “..putri sejati, putri Indonesia, harum namanya…”
Anda gemar memasak? Gemar bikin masakan yang direbus hingga sayur menjadi sangat empuk? Mungkin anda perlu berpikir ulang, karena menurut buku ini, pada prinsipnya manusia untuk...
Peresensi : Dessy NR
“Pecandu Metafor Dosa”, mungkin itulah sosok penulis yang bernama Leonowens SP. Ia seperti kecanduan melumat kata dosa menjadi sebuah lirik...
- Sinopsis dibawah ini terakhir kali diedit oleh Darwin Tjoe pada tanggal 07 January 2009 21:45:26 -
Hai, sobat. Kenalkan namaku Keke. Umurku 13 tahun. Aku remaja aktif yang duduk di kelas 2 SMP. Suatu pagi aku terbangun dengan mata memerah kemudian hidungku berdarah. Ayah membawaku ke Dokter untuk diperiksa.
Awalnya kupikir, aku hanya flu biasa dan kelelahan sehabis mengikuti olah raga volley. Tapi aku salah, ayah mendapatkan kabar kalau kalau aku terserang kanker ganas. Kanker itu dapat membunuhku dalam waktu lima hari. Ayah merahasiakan kanker itu dariku, ia takut bila aku tahu harus dioperasi dengan kehilanag sebagian wajah kiriku.
Hari berlanjut, di wajahku mulai tumbuh gumpalan sebesar bola tennis dan perlahan sebesar buah kelapa. Aku menangis, tapi tak ada yang mau memberi tahu penyakit apa yang ada di wajahku. Kujalani hidupku senormal mungkin, namun kanker itu menghalangi langkahku, aku tidak ingin menangis dan berpikir aku sakit. Walau aku sadar hidupku tidak akan lama lagi.
Tuhan memberikan nafas panjang padaku untuk bertahan selama tiga tahun dari penyakit ini. Aku pun menulis surat kecil pada Tuhan, semoga tidak ada lagi orang yang mengalami hal yang sama denganku.
ANDAI Aku BISA KEMBALI Aku INGIN TIDAK ADA TANGISAN ANDAI Aku BISA KEMBALI Aku TIDAK INGIN ADA LAGI HAL YANG SAMA TERJADI PADAKU TERJADI PADA SIAPAPUN
TUHAN ANDAI Aku BISA MEMOHON JANGAN ADA TANGIS DAN DUKA DI DUNIA LAGI TUHAN ANDAI Aku BISA MENULIS SURAT UNTUKMU JANGAN PISAHKAN Aku DARI SAHABAT DAN ORANG YANG Aku SAYANGIN.
Aku INGIN MENJADI DEWASA SEPERTI BURUNG YANG BISA TERBANG KETIKA IA DEWASA Aku INGIN AYAH MELIHAT Aku KETIKA Aku MEMILIKI LAGI KEINDAHAN GERAIAN RAMBUT..
TUHAN SURAT KECILKU INI.. ADALAH PERMINTAAN TERAKHIRKU ANDAI Aku BISA KEMBALI..