Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Andrei Aksana kembali menghadirkan novel terbaru berjudul Cinta 24 Jam. Ber-setting waktu hanya selama 24 jam. Berkisah tentang aktris terkenal yang menemukan cinta pada lelaki yang baru dikenalnya. Asmara bergulir selama 24 jam. Dalam novel ini Andrei juga menyelipkan sejumlah puisinya.
Sama seperti yang dilakukannya dalam Lelaki Terindah.Ceritanya romantis, tapi jujur. Bisa buat introspeksi yang bagus untuk para pekerja seni.--Irgi FahreziAndrei paling tahu dan paling jago mengaduk perasaan orang dengan kalimat-kalimat puitis yang simpel tapi nggak cengeng. Bikin penasaran karena ceritanya nggak pasaran, jadi nggak pengin berhenti ngebacanya.--Krisna MuktiBeda tapi realistis. Ada yang bisa kita pelajari in a diferent way. Penyelipan puisi-puisinya indah sekali.--Wulan Guritno