Dimuat di harian Media Indonesia (versi cetak), Sabtu 15 Mei 2010.
Puisi untuk Padang
Buku Himpunan puisi ini merupakan satu dari enam buku yang ditulis untuk pemulihan pasca gempa di Provinsi Sumatera Barat, terutama di Padang.
Annida-Online, Penerbit Bisnis2030 kembali meluncurkan buku terbitannya, sebuah antologi puisi berjudul Kepada Pesanggarahan Hati. Buku kumpulan puisi ini ditulis oleh tiga penulis dari tiga daerah berbeda; Elly Marliah (Bandung), Euis Meilani Sabda (Jakarta), dan Nunung Susanti (Cirebon).
Liputan6.com, Jakarta: Kartini. Tidak pernah disangka, nama itu senantiasa dipuja-puji sebagai pencetus pola pikir modern kaum hawa. Bahkan, jauh hingga puluhan tahun setelah kelahirannya. Ya, Kartini yang tengah dibayangkan dalam tulisan ini adalah Raden Ajeng Kartini, “..putri sejati, putri Indonesia, harum namanya…”
Anda gemar memasak? Gemar bikin masakan yang direbus hingga sayur menjadi sangat empuk? Mungkin anda perlu berpikir ulang, karena menurut buku ini, pada prinsipnya manusia untuk...
Peresensi : Dessy NR
“Pecandu Metafor Dosa”, mungkin itulah sosok penulis yang bernama Leonowens SP. Ia seperti kecanduan melumat kata dosa menjadi sebuah lirik...
Bagaimanakah cara menyelesaikan 43-8? Pada umumnya anak-anak diajarkan berhitung mundur, maka yang dilakukan adalah mundur dari 43 yaitu 42, 41, 40 ... 35. Angka terakhir yang disebutkan itulah jawabannya.
Sudah tepatkah cara berhitung di atas? Cara tersebut efektif untuk pengurangan angka kecil saja. Apabila angka besar, berhitung mundur menjadi tidak efektif, bahkan bisa menyulitkan anak-anak. Berhitung mundur dilakukan untuk memahami urutan dan posisi bilangan.
Lalu, bagaimana belajar matematika yang benar? Pembelajaran matematika adalah membentuk logika berpikir bukan sekadar pandai berhitung. Berhitung dapat dilakukan dengan alat bantu, tetapi menyelesaikan masalah perlu logika berpikir dan analisis.
Karena itu, dalam belajar matematika, anak-anak harus memiliki pemahaman yang benar dan lengkap. Pembelajaran matematika yang benar bisa dimulai dengan mengangkat situasi dari kehidupan sehari-hari, yang disederhanakan dalam bentuk soal cerita. Lalu, anak-anak diminta untuk memodelkan dengan model mainan: balok, stik es krim, atau model gambar.
Buku ini mengajak anak-anak menemukan cara cepat dan mudah dalam menyelesaikan berbagai soal matematika dengan metode pemodelan secara menyenangkan.