Sepuluh penyair yang kebetulan perempuan yang biasa menulis di jejaring sosial Facebook, Sabtu 20 Februari 2010 lalu meluncurkan buku antologi puisi mereka yang berjudul “Merah Yang Meremah” bertempat di Pusat Dokumentasi HB Jassin, TIM Jakarta.
JAKARTA, KOMPAS.com - Para sastrawan dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang tergabung dalam Group Pembuatan Buku-buku untuk Kemanusiaan, berhasil menerbitkan enam buku untuk disumbangkan bagi kemanusian. Penerbitan buku-buku tersebut diilhami dari bencana alam gempa yang melanda Sumatera Barat, 30 September 2009.
Oleh : Muhammad Dullah Rivani
(Pemerhati Sastra dan Agama, bermukim di Doha, Qatar)
Puisi-puisi karya Leonowens SP, merupakan karya yang dibuat dengan kepekaan tinggi terhadap...
Membaca novel-novel Dan Brown bersiaplah untuk bergadang. Itulah selalu yang selalu saya alami. The Lost Symbol menjadi pengalaman ketiga setelah The Da...
Seminar Atlantis;The Lost Continent Finally Found akan segera digelar. Bagi
Anda yang tertarik untuk hadir dapat memperoleh undangan seminar Atlantis;The
Lost Continent Finally Found karya...
Di bawah ini adalah hasil pencarian buku yang ada di katalog kami. Anda dapat memberikan masukan kepada kami berupa informasi buku-buku yang belum ada di katalog kami saat ini melalui fitur Wishlist.
Buku ini karya Gede Prama yang ke-20 ini dipilah menjadi tiga bagian utama:1. Bebas dari ketakutan-ketakutan selalu dianggap sebagai penghalang utama dalam meraih kebahagiaan sekaligus menjadi penjara manusia. Sadar atau tidak, ketakutan a ...
Tidak ada kekeliruan, yang ada hanyalah pelajaran-pelajaran.
Tidak ada kebetulan, yang ada hanya makna yang belum ditemukan.
Tidak ada kesedihan, yang ada jiwa yang sedang bertumbuh.
Tidak ada ketakutan, hanya suara guru dari dalam. D ...
Bencana, bencana, dan bencana, itulah warna kehidupan yang dominan belakangan. Boleh saja ada yang berpendapat ini hukuman Tuhan, atau hukuman terhadap keserakahan, serta hukuman-hukuman lainnya. Namun buku kecil sederhana ini melihat peluang pertumb ...
Sebagai `musafir` kehidupan yang tinggi kesadarannya, Gede Prama memulai kariernya di lahan pengetahuan dan profesi yang sarat sains dan praktik manajemen. Namun dalam kiprah selanjutnya, ia lebih menerapkan pendekatan spiritual dalam pengembangan or ...
Sebagai `musafir` kehidupan yang tinggi kesadarannya, Gede Prama memulai kariernya di lahan pengetahuan dan profesi yang sarat sains dan praktik manajemen. Namun dalam kiprah selanjutnya, ia lebih menerapkan pendekatan spiritual dalam pengembangan or ...
Sebagai `musafir` kehidupan yang tinggi kesadarannya, Gede Prama memulai kariernya di lahan pengetahuan dan profesi yang sarat sains dan praktik manajemen. Namun dalam kiprah selanjutnya, ia lebih menerapkan pendekatan spiritual dalam pengembangan or ...
Sebagai `musafir` kehidupan yang tinggi kesadarannya, Gede Prama memulai kariernya di lahan pengetahuan dan profesi yang sarat sains dan praktik manajemen. Namun dalam kiprah selanjutnya, ia lebih menerapkan pendekatan spiritual dalam pengembangan or ...
Hidup bagaikan berjalan di gurun pasir dalam kegelapan. Bila ingin mengetahhui yang sebelumnya lewat apakah sapi atau manusia, kita melihat jejak-jejak kaki yang tersisa. Di gurun pasir, ada jejak-jejak kaki lengkap dengan maknanya. Demikian juga den ...
(Membangun Keberuntungan dengan Menyelami Diri)Keberuntungan, itulah dambaan banyak sekali manusia. Sehingga tidak sedikit energi hidup dialokasikan hanya untuk meraih keberuntungan. Sayangnya, dalam pengertian tentang keberuntungan berlomba datangny ...
Suffering, grief and lamentation are the major natures of life in the recent days. For some people, this phenomena is a chastisement from God, castigation upon the greediness of humanuty or any other kinds of condemnation. Nevertheless, this small and modest book...